Uji Coba PTM, Optimalkan Latihan Soal

  • Bagikan
Kepala SD 2 Purwosari Hery Hartati
Kepala SD 2 Purwosari Hery Hartati, saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Purwosari telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) sejak akhir Agustus lalu. Uji coba tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Bupati Kudus, yang sudah mengizinkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal tersebut disambut baik oleh guru, siswa maupun masyarakat luas.

Meski demikian, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan uji coba PTM tersebut. Kepala SD 2 Purwosari Hery Hartati menyebutkan, sebagian siswa masih belum terbiasa dengan pembelajaran tatap muka.

Sehingga, materi yang disampaikan guru belum bisa diserap secara maksimal. Meski demikian keinginan anak untuk menikuti pembelajaran tatap muka juga cukup tinggi.

“Antusias anak mengikuti program ini cukup tinggi. Akan tetapi, beberapa anak masih belum bisa menerima pembelajaran secara maksimal. Mungkin karena sudah terbiasa daring, jadi masih perlu pembiasaan. Kita tahu sendiri, sudah satu setengah tahun mereka tidak belajar tatap muka,” ujarnya.

Menghadapi situasi tersebut, SD 2 Purwosari menggunakan strategi ‘bisa karena terbiasa’. Pihaknya mengoptimalkan latihan soal kepada siswa. Supaya anak dapat terbiasa mengikuti pembelajaran luring. Terlebih, selang seminggu pelaksanaan uji coba PTM, langsung diadakan penilaian tengah semester (PTS).

BACA JUGA:  Tumbuhkan Cinta Tanah Air Sedari Dini

“Supaya siswa bisa mengejar ketertinggalan, maka kami memutuskan untuk mengoptimalkan latihan soal. Dengan memanfaatkan bank soal yang dimiliki guru, siswa dilatih untuk terbiasa mengerjakan soal-soal. Sehingga harapannya, ketika PTS dimulai, siswa bisa dengan mudah mengerjakan,” paparnya.

Pemberian latihan soal tidak serta-merta dilakukan tanpa adanya pendampingan. Guru kelas tetap ikut mendampingi siswa, ketika menjalani latihan soal. Tidak sampai di situ, latihan soal yang diberikan juga akan dibahas bersama-sama. Sehingga, para siswa dapat lebih memahami materi-materi yang dipelajari.

“Proses uji coba PTM juga diselingi dengan nyanyian atau hiburan lainnya. Selain itu, proses pembelajaran juga diselingi jeda waktu istirahat selama lima menit. Tujuannya agar anak tidak stres, ketika menerima pembelajaran. Dengan begitu, harapannya materi yang diberikan, bisa lebih mudah dicerna oleh anak,” jelasnya. (abd/fat)

  • Bagikan