Efektivitas E-Learning Dalam Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Andy Rifani.,S.Pd.,M.Pd
Andy Rifani.,S.Pd.,M.Pd

Oleh : Andy Rifani.,S.Pd.,M.Pd
Guru SDN Rogomulyo 01, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati

Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Sejak 16 Maret 2020 pemerintah memutuskan agar peserta didik belajar dari rumah. Dalam praktiknya, proses belajar mengajar di rumah, peserta didik dan Guru dibantu dengan aplikasi belajar online. Namun, sejumlah kesulitan ditemui para Guru saat menjalankan metode belajar dari rumah ini. Oleh karena itu, tulisan ini membahas Efektivitas E-Learning di Masa Pandemi COVID-19.

E-Learning merupakan sarana pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (Internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan E-Learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. E-Learning  juga disebut sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya (Yazdi, 2012:146).

Sejalan dengan pandangan di atas E-Learning adalah kegiatan belajar yang berbasis pada perangkat elektronik. Konsep E-Learning telah membawa pengaruh yang signifikan dalam proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) maupun sistemnya. Istilah E-Learning memiliki definisi yang sangat luas. Secara etimologi E-Learning terdiri dari huruf “E” yang merupakan singkatan dari elektronik dan kata Learning yang artinya pembelajaran. Maka dari itulah E-Learning diartikan sebagai pembelajaran dengan memanfaatkan bantuan perangkat elektronik, khususnya perangkat komputer (Rahman, 2018:169-170).

Di SDN Rogomulyo 01 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, Pembelajaran Daring menjadi pilihan utama dalam menyerap materi pembelajaran yang di pilih peserta didik pada masa pandemi Covid-19. Pembelajaran daring merupakan cara untuk peserta didik dalam meyerap materi pembelajaran yang berbeda dengan biasanya yang di lakukan merupakan hal yang sangat penting untuk di ketahui pendidik. Selain itu peran Pendidik, Orang Tua/Wali Murid harus bekerjasama untuk menumbuhkan semangat belajar yang tinggi serta mencari problem solving dalam mengatasi berbagai kendala yang di hadapi peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran secara daring.

BACA JUGA:  Pemred Joglo Jateng Isi Pelatihan Menulis untuk Guru

Peserta didik harus tetap belajar di masa pandemi Covid-19 ini guna menjawab semua tantangan menuju era revolusi industri 4.0 dan menghasilkan output kemandirian peserta didik dalam belajar saat di luar sekolah. Kemandirian belajar adalah kesanggupan siswa dalam menjalani kegiatan belajar dengan seorang diri tanpa tergantung kepada orang lain yang dilakukan dengan penuh kesabaran dan mengarah kepada suatu pencapaian tujuan yang diinginkan siswa (Nurwahyuni,2013). Output pengembangan karakter mandiri sangat tampak di pembelajaran daring ini dan peserta didik akan semakin mandiri jika dalam pengawasan orang tuanya selama pembelajaran berlangsung peserta didik juga bisa bertanya kepada orang tuanya, disitulah terciptanya hubungan yang lebih erat lagi bagi Guru selaku Pendidik dan Penganjar, Murid sebagai peserta didik, dan Orang Tua yang saat ini mempunyai tanggungjawab penuh dalam mengawasi anak-anaknya dalam mengikuti pembelajaran secara daring.

Oleh karena itu meski pandemi masih berlangsung, Penulis sebagai Guru kelas VI di SDN Rogomulyo 01 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, terus berupaya memberikan yang terbaik untuk anak didiknya. Selalu aktif dan inovatif serta menerima sharing apabila dibutuhkan oleh Orang Tua Siswa jika dibutuhkan dalam pemantauan dan pengawasan siswa selama pembelajaran daring, Terlebih ketika siswa sedang mengalami kesulitan belajar. Alhasil, sampai saat ini beberapa kendala terkait pembelajaran daring sudah bukan lagi menjadi masalah bagi siswa-siswi dan Orang Tua Siswa. (*)

  • Bagikan