Longgarkan Aturan, Buat Anak Senyaman Mungkin

  • Bagikan
Kepala SD 4 Bae Lilis Noormalia
Kepala SD 4 Bae Lilis Noormalia. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Kudus telah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan. Para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, sudah satu setengah tahun mereka tidak berinteraksi secara langsung dengan guru dan lingkungan sekolah.

Pada pelaksanaannya, masih ada beberapa anak yang cenderung lambat dalam menerima pelajaran. Akan tetapi, Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Bae telah mengantisipasi hal tersebut, dan memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya.

Kepala SD 4 Bae Lilik Noormalia menerangkan, supaya anak tetap betah dan dapat menerima pelajaran dengan baik, pihaknya mengeluarkan kebijakan untuk memperlonggar aturan yang ada di sekolah. Tujuannya adalah membuat sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman bagi siswa.

“Contoh kecilnya seperti aturan berseragam. Misal ada anak kelas satu yang belum punya, maka akan tetap kami imbau untuk berangkat. Intinya jangan sampai membuat anak menjadi minder, karena tidak memiliki seragam. Semuanya kita samakan, jadi anak bisa datang ke sekolah semua,” terangnya.

Proses belajar di sekolah juga dibuat sedemikian rupa, sehingga siswa tidak merasa bosan ketika pembelajaran dilakukan. Mulai dari menyisipkan selingan lagu, hiburan, serta gerakan-gerakan yang dapat menggugah semangat siswa dalam belajar.

BACA JUGA:  Tips Aman Berbelanja Online dari Serangan Virus

Selain itu, pihak SD 4 Bae juga tidak ingin membebani orang tua siswa dengan mewajibkan anaknya memiliki seragam. Karena mayoritas siswa SD 4 Bae, berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Terlebih, situasi saat ini yang masih dalam masa pandemi.

“Pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi orang tua murid. Bukan berarti nantinya tidak pakai seragam terus menerus, tidak seperti itu. Tapi kita juga harus melihat kondisi mereka seperti apa. Saat ini ekonomi sedang susah, maka dari itu kami mengeluarkan kebijakan seperti itu,” ungkapnya.

Lilis menegaskan, meskipun pandemi Covid-19 berdampak ke segala aspek kehidupan, menurutnya dunia pendidikan harus diutamakan. Hal tersebut dikarenakan, sekolah merupakan landasan generasi muda, untuk dapat memajukan bangsa.

“Kita harus bisa memaksimalkan uji coba PTM ini, jangan sampai generasi muda nantinya terpuruk karena proses pembelajaran yang kurang maksimal. Oleh karena itu, kita juga membutuhkan bantuan dari orang tua siswa. Supaya ikut memotivasi dan mengawasi anak dalam kesehariannya, demi masa depan anak yang lebih cerah,” pungkasnya. (abd/fat)

  • Bagikan