Program TPQ, Tingkatkan Spiritual Anak

  • Bagikan
Kepala SD 2 Gondangmanis Ngadilah
Kepala SD 2 Gondangmanis Ngadilah. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Dalam rangka mewujudkan generasi bangsa yang memiliki jiwa spiritual tinggi, Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Gondangmanis mengadakan program Taman Baca Al-Quran (TPQ). Program tersebut dibuat untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak.

Kepala SD 2 Gondangmanis Ngadilah menyebutkan, pihaknya telah mengadakan program TPQ sejak 6 tahun lalu. Akan tetapi, program tersebut harus terhenti pada tahun 2020. Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa untuk belajar secara daring.

“TPQ di sekolah kami adalah program unggulan, yang sudah ada sejak 6 tahun belakangan. Banyak orang tua maupun siswa yang tertarik mendaftar di sini karena program tersebut. Sayangnya, tahun lalu program tersebut harus dihentikan sementara. Karena tidak ada pertemuan tatap muka, jadi proses pelaksanaan TPQ harus dihentikan,” ujarnya.

Saat ini, program tersebut dapat kembali dilanjutkan. Lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Meski demikian, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) terkait pelaksanaan program TPQ tersebut.

“Meski PTM secara terbatas sudah diizinkan, kami tetap berkoordinasi dengan korwil, sebelum kembali menyelenggarakan program TPQ. Supaya tidak ada miss komunikasi. Alhamdulillah mulai Senin (20/9), TPQ kembali dilaksanakan dan berjalan lancar,” ucap Ngadilah.

BACA JUGA:  Prihatin Dengan Lingkungan, Memotivasi Menjadi Guru SLB

Pelaksanaan TPQ dimulai setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dilangsungkan. Pembagian kelompok belajar disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Mulai dari jilid I sampai dengan jilid IV dan Al-Quran.

“Program itu diadakan setiap hari, mulai Senin sampai Sabtu. Untuk pelaksanaannya sendiri, berlangsung selama satu jam. Mulai pukul 06.30 sampai dengan pukul 07.30. Teknis pelaksanaannya, mereka para siswa langsung menghampiri guru TPQ masing-masing, sesuai dengan kemampuan mereka. Jadi mereka memang sudah paham alurnya,” terangnya.

Pihak SD 2 Gondangmanis telah mempersiapkan 10 guru khusus, untuk mengajar TPQ. Lebih lanjut Ngadilah menerangkan, pendanaan program tersebut berasal dari dana swadaya sekolahnya.

“Jadi memang kami tidak menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ataupun dana lainnya. Dana yang digunakan untuk keperluan TPQ, adalah murni swadaya. Para guru di sekolah kami mengadakan iuran, untuk membiayai program tersebut. Selain itu, ada juga tambahan dana dari infaq yang diberikan siswa. Tapi itu tidak diwajibkan, seikhlasnya saja,” pungkasnya. (abd/fat)

  • Bagikan