Pemkab Pemalang Gandeng Akademisi dan Perusahaan Tangani Stunting

  • Bagikan
Konsultan pendamping penanggulangan stunting wilayah Jawa tengah
PAPARAN: Konsultan pendamping penanggulangan stunting wilayah Jawa tengah dan Jawa timur dari Kemendagri, Muhammad Jumhadi sedang menyampaikan materi di Pemalang, Kamis (30/09). (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Libatkan akademisi dan perusahaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang berupaya tingkatkan generasi masa depan. Melalui diseminasi informasi stunting, para akademisi dan perusahaan diharapkan bisa ikut serta dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Pemalang Titin Subari mengatakan, informasi stunting di kalangan dunia perguruan tinggi dan perusahaan ternyata banyak yang belum tahu.

“Kegiatan ini dilakukan agar mereka bisa melakukan perannya dalam memberikan corporate social responsibility (CSR) terhadap masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, terutama pada lokasi pusat daerah stunting butuh perhatian. Karena setiap tahun kita punya 10 desa stunting yang telah ditentukan sesuai analisis data dari puskesmas. Sehingga penanganan stunting ini bisa menjadi lebih efektif karena dilakukan oleh lintas sektoral.

Sementara itu, Konsultan pendamping penanggulangan stunting wilayah Jawa tengah dan Jawa timur dari Kemendagri, Muhammad Jumhadi menambahkan, target dari kegiatan ini agar saat perguruan tinggi maupun perusahaan punya program sosial bisa terarah. Baik dari sisi sasaran, prioritas stunting maupun fokus pada layanan yang berkaitan dengan stunting.

BACA JUGA:  450 CPNS Terima SK Pengangkatan

“Jadi kita mengarahkan agar program CSR supaya terkoordinir, tidak tumpang tindih. Kegiatan juga efektif maka kita arahkan ke sasaran yang tepat,” imbuhnya.

Hal ini dilakukan mengingat penanganan stunting ini adalah program prioritas nasional. Karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM generasi yang akan datang.

Terakhir, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Pemalang, Teti Aidawati melanjutkan, bahwa saat ini jumlah stunting di Pemalang sudah jauh membaik dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Stunting di Pemalang sudah turun dan capaiannya diatas target. Sekarang tinggal 10,35 persen dibanding pada awal program dengan jumlah 46 persen. Padahal target nasional 37% pada tahun 2018,” ungkapnya. (fif/all)

 

  • Bagikan