SMP Negeri 32 Kota Semarang Siapkan Antisipasi Klaster Sekolah

  • Bagikan
Kepala Sekolah SMP N 32 Kota Semarang Aminah Kurniasih
AWASI: Kepala Sekolah SMP N 32 Kota Semarang Aminah Kurniasih saat memantau aktivitas sekolahannya melalui CCTV, Selasa (5/10). (DICKRI TIFANI / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Seiring berjalannya pembelajaran tatap terbatas di Kota Semarang, SMP Negeri 32 Kota Semarang mengupayakan antisipasi klaster Covid-19 di sekolahannya. Pihak sekolah pun berusaha menerapkan ketentuan dari pemerintah.

Kepala Sekolah SMP 32 Kota Semarang Aminah Kurniasih menyampaikan, sejak diizinkan PTM, pihaknya menerapkan ketentuan yang sudah diatur oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang. Salah satunya menerapkan kapasitas maksimal 50 persen dan penjadwalan siswa untuk masuk ke sekolah.

“Kami menetapkan blended learning dengan kapasitas 50 persen, setiap kelas berjumlah 32 anak. Maka setiap harinya nomor absen 1- 16, berangkat hari Senin dan Rabu. Sedangkan nomor absen 17 – 32, Selasa dan Rabu,” katanya di kantornya, Selasa (5/10).

Selain itu, Aminah menuturkan, ketika siswa hendak masuk ke kelas harus menetapkan protokol kesehatan. Seperti pengecekan suhu, cuci tangan, dan masuk kelas sesuai jalur yang sudah ditentukan. Setiap harinya, pembelajaran hanya berlangsung sekitar 2 jam 20 menit. Dimulai dari pukul 08.00 hingga 10.20. Pihaknya juga memberikan sosialisasi terhadap orang tua siswa agar anaknya selalu diantar dan dijemput di sekolahannya.

“Apabila siswa dijemputnya terlambat, maka disuruh menunggu di ruang transit yang disediakan sekolahan. Agar tidak terjadi kerumunan. Karena itu, saya minta kerjasamanya dengan orang tua dalam PTM ini,” ujarnya.

Aminah meminta agar orang tua siswa untuk memberikan bekal minuman dan makanan kepada anaknya. Meskipun ada beberapa siswa yang masih membeli jajan di luar sekolah, ia menanggapi hal tersebut tak bisa dipungkiri oleh sifatnya anak-anak.  Apalagi pedagang sudah tahu pembelajaran tatap muka dibuka, sehingga pedagang yang berjualan juga marak.

BACA JUGA:  Maksimalkan Penggunaan Aplikasi Digital

“Anak-anak memang tidak bisa dipungkiri, pedagang melihat ada anak-anak mulai sekolah, banyak yang berjualan,” tuturnya.

Diketahui, selama proses PTM, pihaknya tak mengalami kendala karena sekolahannya sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Dimulai dari pembelajaran hingga teknis prokes.

Aminah menjelaskan, setiap harinya guru mata pelajaran melakukan presensi terhadap siswa yang masuk pembelajaran. Oleh karena itu, pihaknya bisa mendeteksi mana saja siswa yang sakit atau tidak.

“Guru mapel mendata siswa yang enggak masuk, kemudian dilaporkan ke wali kelas. Kami rekap dari sekian anak yang masuk dan tidak, hanya jumlah siswa yang sakit sedikit,” jelasnya.

Di sisi lain, SMP N 32 Kota Semarang siswanya sudah mendapatkan fasiltas vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK).  Bahkan mereka diberikan tes swab gratis dan dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah, pemerintah memberikan fasiltas vaksinasi terhadap anak-anak. Kami sudah menerima suntikan vaksin. Kedua, kemarin dua minggu yang lalu, DKK mengadakan swab untuk 60 anak, alhamdulillah hasilnya negatif,” imbuhnya.

Ia mengaku, selama ini belum ada laporan mengenai adanya siswa yang terpapar Covid-19.  Sebabnya, Aminah sudah menerapkan tracing di sekolahannya. Namun jika ada siswa suhunya lebih dari 37, 3 celcius. pihak sekolah langsung menyuruh siswanya untuk istirahat di rumah hingga dinyatakan sehat.

“Alhamdulillah sehat semua. Jika ada saat pengecekan suhunya 37,3 celcius, kami minta anak untuk istirahat dan disuruh dijemput orang tuanya. Kemudian kembali ke sekolah, menunggu benar-benar sehat. Kami juga melaporkan kepada puskesmas maupun dinas kesehatan untuk ditindak lanjuti,” paparnya. (dik/gih)

  • Bagikan