Manfaatkan IT untuk Tingkatkan Motivasi Anak

  • Bagikan
SD 2 Mlatinorowito
BERSEMANGAT: Suasana belajar di salah satu ruang kelas SD 2 Mlatinorowito, siswa terlihat bersemangat mengikuti pelajaran, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Mlatinorowito memiliki cara tersendiri, dalam menghadapi kendala pada pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Untuk meningkatkan motivasi siswa selama proses pembelajaran, mereka memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki sekolah. Khususnya bidang teknologi.

Kepala SD 2 Mlatinorowito Noor Wakhidah menjelaskan, pemanfaatan information technology (IT) dalam pembelajaran bertujuan membangkitkan semangat belajar siswa. Pasalnya, para siswa saat ini lebih cenderung tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan IT, dibandingkan pelajaran secara konvensional.

“Sebisa mungkin kami maksimalkan fasilitas yang sekolah miliki. Seperti lcd dan proyektor. Karena anak-anak akan lebih tertarik, apabila penjelasan materi dilakukan dengan video pembelajaran. Karena dalam kesehariannya juga mereka sudah terbiasa dengan IT. Jadi lebih mudah dalam penyampaiannya,” ujarnya.

Meski demikian, penggunaan IT dalam proses pembelajaran tidak dilakukan setiap hari. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap menggunakan metode konvensional. Seperti ceramah, tanya jawab, dan sebagainya untuk menghindari kebosanan siswa.

“Penggunaan IT hanya dilakukan saut dua kali dalam seminggu, untuk membangkitkan gairah belajar siswa. Karena kalau dilakukan setiap hari, kami takut mereka bosan. Selain itu, ada beberapa mata pelajaran yang memang membutuhkan penjelasan dari guru. Supaya siswa dapat memahami materi yang disampaikan, salah satu contohnya matematika,” paparnya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Guru dan Orang Tua Kunci Siswa Raih Prestasi

Pelaksanaan uji coba PTM hingga saat ini masih sangat dibatasi. Mulai dari jumlah siswa, sampai durasi pertemuan yang dapat dibilang singkat. Oleh karena itu, pihaknya juga memberikan sedikit tambahan materi setiap harinya. Hal itu dilakukan, supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai, walaupun uji coba PTM dilakukan secara terbatas.

“Setiap hari setelah maghrib, biasanya siswa kami beri materi dan tugas melalui WhatsApp Group. Tidak banyak, paling hanya satu dua soal saja. Kemudian tugas langsung dikerjakan dan dikirim ke guru untuk dikoreksi. Bagi siswa yang paling cepat dan benar dalam mengerjakan, maka akan kami beri nilai tambah,” terangnya.

Selain mengejar ketertinggalan materi, tambahan materi dan tugas tersebut bertujuan untuk memberikan stimulan kepada siswa. Supaya jiwa kompetitif siswa dapat tumbuh. Sehingga, motivasi belajar siswa untuk belajar dapat semakin meningkat. (abd/fat)

  • Bagikan