MAPSI 2021, Tetap Semangat Meski Dilakukan Virtual

  • Bagikan
zoom di SMPN 2 Pemalang
FOKUS: Salah satu juri lomba yang sedang menilai peserta secara virtual melalui zoom di SMPN 2 Pemalang, Sabtu (09/10). (UFAN FAUDHIL / LINGKAR JATENG)

PEMALANGLomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) 2021 tingkat Kabupaten Pemalang untuk siswa SMP dilakukan secara virtual pada, Sabtu (9/10). Antusiasme peserta tinggi meski kegiatan dilakukan secara virtual.

Sekretaris Panitia MAPSI 2021 Ahmad Lujaeni menjelaskan, ajang MAPSI secara virtual ini baru pertama kali diadakan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, nuansa kemeriahan lomba tidak dirasakan secara langsung. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta dalam mengikuti ajang tahunan tersebut.

“Ini adalah tahun pertama MAPSI dilakukan secara virtual. Tidak ada kendala sama sekali, hanya ada ganggunan koneksi yang mengakibatkan salah satu kategori lomba mundur dari jadwal seharusnya. Tapi itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti lomba,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, ada tujuh mata lomba yang diperebutkan untuk maju ke provinsi sebagai wakil Kabupaten Pemalang. Yaitu, Pidato, Tartil Qur’an, Tilawah, Rebana, Tahfidz, Cerdas Cermat Islam (CCI) dan Kaligrafi. Untuk pelaksanaan penjurian dan penilaian dilakukan di SMPN 2 Pemalang dan SMPN 4 Pemalang.

BACA JUGA:  Motivasi Siswa dengan Video Pembelajaran

“Seperti lomba pidato, tartil, tilawah, tahfidz dan rebana dilakukan dengan menggunakan zoom meet. Untuk proses penjurian hari ini, serta pengumuman Senin (11/10) besok. Peserta yang lolos akan mewakili Kabupaten Pemalang maju ke Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Selanjutnya, ia berharap, untuk MAPSI tahun ini bisa memberikan motivasi kepada anak untuk semangat dalam belajar, terutama mata pelajaran agama. Selain itu, lomba tersebut juga sebagai ajang silaturahmi dan diskusi oleh para guru Pendidian Agama Islam (PAI).

“Besar harapan nantinya kita mendapat anak yang mampu membanggakan kabupaten ke provinsi bahkan maju ke nasional. Untuk itu ajang ini juga bisa menjadi wadah diskusi para guru PAI. Agar dapat memaksimalkan bakat anak didik mereka terutama di bidang agama islam,” terangnya. (fan/all)

  • Bagikan