Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Quantum Teaching

  • Bagikan
Neli Yuyun Ekawati
Neli Yuyun Ekawati.

Oleh : Neli Yuyun Ekawati
Guru SDN Durensawit 01 , Kecamatan Kayen Kabupaten Pati

Pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa. Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila siswa mencapai kompetensi yang diharapkan, karena hal itu merupakan cerminan dari kemampuan siswa dalam menguasai suatu materi. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan metode dan media yang tepat dan efektif.

Secara umum Quantum Teaching adalah sebuah metode dan proses pembelajaran di dalam kelas yang mengoptimalkan interaksi berbagai unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya. Dalam interaksi ini berbagai unsur belajar efektif dilibatkan (antusiasme dan semangat belajar siswa). Hasil interaksi ini diharapkan dapat mengubah dan meningkatkan kemampuan serta bakat siswa. Kemampuan dan bakat siswa ini pada akhirnya akan menjadi prestasi dan hasil belajar yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Jadi berbagai unsur yang diinteraksikan ibarat sebagai energi dan kompetensi siswa yang meningkat pesat disimbolkan sebagai cahaya yang dihasilkan dari interaksi tersebut. (DePorter dkk, 1999, hlm. 4)

Quantum Teaching, sebagai suatu metode pembelajaran pada awalnya adalah eksperimen Dr Georgi Lazanov dari Bulgaria tentang SuggestoJogy yaitu kekuatan sugesti yang dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar. Bobbi de Porter yang merupakan murid dari Dr Georgi Lazanov mencoba mengembangkan kembali eksperimen gurunya menjadi Quantum Learning yang merupakan hasil adopsi dari beberapa teori, seperti sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial dan kinestetik) dan pendidikan holistik. (Nasih dan Kholidah, 2009, hlm. 117).

Tujuan Quantum Teaching lebih mengarah pada kedinamisan guru dalam mengajar. Munculnya Quantum Teaching ini adalah untuk menentang atau tidak sepakat dengan pengajaran model konvensional yang menganggap siswa sebagai obyek saja.Tapi dalam Quantum Teaching siswa dianggap sebagai obyek yaitu yang menerima pengetahuan dan juga sebagai subyek dalam arti siswa menemukan sendiri pengetahuan tersebut. Dari sini guru diharapkan lebih bersemangat dalam mengajar, kreatif dan mencetak siswa-siswi yang tidak hanya memiliki ketrampilan penting yang penggunaannya tidak dibatasi oleh dinding ruangan kelas, melainkan oleh langit, udara, laut dan bumi.

BACA JUGA:  Sekolah Komitmen Tinggalkan Sampah Plastik

Quantum Teaching ini apabila diterapkan dalam proses belajar mengajar mempunyai manfaat yang besar, terutama bagi seorang guru. Karena guru akan lebih mencintai dan lebih berhasil dalam memberikan materi serta lebih dicintai oleh anak didik. Disini guru bisa menggunakan metode-metode yang ada dalam Quantum Teaching. Sehingga tidak terkesan monoton dalam mengajar atau hanya menggunakan satu metode saja. Dampak dari penggunaan bermacam-macam metode adalah hilangnya kebosanan dalam diri guru. Begitu juga yang dirasakan oleh anak didik. Mereka lebih bersemangat dan bergairah dalam belajar.

Kualitas guru dan siswa sangat penting dalam meraih prestasi, kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari para penggunanya akan sia-sia belaka. Bila seorang siswa merasa kebutuhannya untuk berprestasi dengan baik di sekolah terpenuhi, misalnya dengan tersedianya fasilitas dan tenaga pendidik yang berkualitas , yang dapat memenihi rasa ingintahuannya, hubungan dengan guru dan teman-temannya berlangsung harmonis, maka siswa akan memperoleh iklim belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, ia akan terdorong untuk terus-menerus meningkatkan prestasi belajarnya.

Adapun pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching pada mata pelajaran matematika dapat di lakukan dengan menerapkan unsur konteks dan isi dalam proses pembelajaran, menerapkan kerangka, prinsip dan asas Quantum Teaching, dengan memeperhatikan karakteristik perkembangan siswa SD hal ini semua perlu diterapkan dan dilaksanakan untuk menicptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif. Sesuai dengan karakteristik siswa SD yaitu berada pada tahap perkembangan operasional konkret, maka dalam menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching perlu menggunakan benda-benda nyata atau konkret yang sesuai dengan materi dengan tujuan mempermudah siswa dalam menerima materi atau konsep yang disampaikan oleh guru. Demikianlah metode yang disampaikan oleh Penulis sebagai guru di SDN Durensawit 01 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, sehingga mempengaruhi meningkatnya hasil belajar yang diperoleh siswa. (*)

  • Bagikan