Kampanye Gemarikan, Optimalkan Pertumbuhan Anak

  • Bagikan
kampanye Gemarikan
SUASANA: Suasana kampanye Gemarikan kemarin, terlihat kondusif, Senin (11/10). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS – Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi (DKP) Jawa Tengah memiliki program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dalam mendukukng gerakan itu, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menggelar kampanye Gemarikan, Senin (11/10).

Kepala Bidang Pengolahan Perikanan dan Komoditas Perikanan DKP Jawa Tengah Imam Kedarusman mengungkapkan, sasaran Gemarikan di Kudus ini sudah sesuai dengan program dari provinsi. Yakni pengurus PKK Kabupaten, ibu hamil dan ibu menyusui. Hal itu sebabkan, pertumbuhan anak dapat lebih optimal apabila mendapatkan gizi yang cukup sejak dini.

“Apabila anak-anak mendapat gizi protein ikan sejak dini, maka pertumbuhan dapat menjadi lebih optimal. Jika pertumbuhan bagus, otomatis imun juga bagus,” ungkapnya.

Meski demikian, tingkat konsumsi ikan di wilayah Jawa Tengah baru mencapai 35,99 kg per kapita per tahun. Dapat dikatakan jauh di bawah target nasional, yaitu 56 kg per kapita per tahun.

Sedangkan untuk konsumsi ikan di Kudus, masih di angka 28,9 kg per kapita per tahun. Masih jauh dari target yang dipatok Jawa Tengah, yaitu 30 kg per kapita per tahun.

BACA JUGA:  Berjalan Sepekan, 859 orang Terjaring Razia

Menurut Imam, kampanye Gemarikan seharusnya dilakukan sejak awal Juni lalu. Akan tetapi, akibat ledakan Covid-19 di Kudus beberapa waktu lalu, program tersebut harus ditunda.

“Sesuai jadwal, kegiatan akan menjangkau 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Saat ini sudah mencapai 25 kabupaten/kota. Kudus merupakan wilayah ke 26 untuk kampanye Gemarikan ini. Masih ada 9 kabupaten/kota lainnya yang belum,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dispertan Kudus Sunardi menyebutkan, pihaknya menyambut baik program yang dicanangkan DKP Jawa Tengah. Mereka menantikan program-program serupa yang akan dilaksanakan di wilayah Kudus.

“Kami sangat mengapresiasi program Gemarikan ini. Kami juga berharap ada program-program selanjutnya di Kudus. Apa pun programnya , silakan untuk wilayah kami. Sebab, APBD kami terbatas dengan adanya refocusing,” kata Sunardi. (abd/fat)

  • Bagikan