Edukasi Covid Rutin kepada Anak

  • Bagikan
penyuluhan Covid-19 oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di SD 3 Demaan
BERSEMANGAT: Siswa terlihat antusias mengikuti penyuluhan Covid-19 oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di SD 3 Demaan, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkarjateng.com – Salah satu tantangan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada masa pandemi, yaitu kesadaran siswa akan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Menanggapi hal tersebut, Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Demaan mengadakan program khusus, terkait edukasi Covid-19 secara rutin terhadap siswa.

Plh. Kepala SD 3 Demaan Sri Kadarsih menjelaskan, program tersebut dilakukan secara rutin dua kali sehari. Kegiatan itu dilakukan, supaya siswa dapat benar-benar memahami arti penting penerapan protokol kesehatan.

“Program tersebut biasa kami sebut Kultum Covid. Pelaksanaannya setiap sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir. Durasinya hanya sekitar lima menit saja. Kami laksanakan Kultum tersebut setiap hari. Karena yang namanya anak, terkadang kalau tidak diingatkan itu lupa,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diberikan edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Tetapi juga diarahkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan di rumah masing-masing. Dengan demikian, diharapkan kesadaran siswa terhadap protokol kesehatan dapat terus tumbuh.

Tidak berhenti sampai di situ, pihaknya juga menggandeng TNI dan Polri untuk ikut serta memberikan penyuluhan Covid-19. Tujuannya agar siswa lebih mengenal apa itu Covid-19. Sehingga ke depan, siswa dapat lebih memahami alasan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Hilangkan Suntuk dan Tetap Produktif di Tengah Pandemi dengan Berkebun

“Jadi kami juga mengundang Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk membantu memberikan penyuluhan tentang Covid-19 beberapa waktu lalu. Kebetulan anak-anak juga antusias mengikuti acara tersebut. Sehingga suasana kegiatan menjadi lebih hidup,” terangnya.

Menurutnya, edukasi penerapan protokol kesehatan memang perlu dilakukan secara rutin. Selain itu, koordinasi dan sinergitas antar lembaga juga diperlukan, supaya penerapan protokol kesehatan dapat diterapkan secara optimal. Dengan demikian, potensi penyebaran Covid-19 dan terbentuknya klaster baru dapat semakin ditekan. (abd/fat)

  • Bagikan