HPI tak Sesuai Harga Ikan di TPI

  • Bagikan
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor 1 Kabupaten Batang
RAMAI : Suasana lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor 1 Kabupaten Batang, Rabu (13/10). (SOFIA/ LINGKAR JATENG)

BATANG – Harga patokan ikan (HPI) yang diatur dalam PP No. 28 Tahun 2021 tidak sesuai dengan harga jual ikan di tempat pelelangan ikan (TPI). Hal tersebut menuai banyak kontra dari nelayan.

Kepala TPI Klidang Lor 1 dan 2, Dapin menyampaikan, bahwa daftar harga yang tertera dalam PP tersebut berbeda jauh dengan harga jual di TPI. Perbedaan harga tersebut bisa mencapai 50 persen. “Real-nya itu tidak sama. Sebagai contoh, ikan Pere di HPI Rp9.000 tapi di TPI masih kisaran Rp3.000,” terangnya.

Ia menuturkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mematok harga sesuai dengan survei di pasar. Adapun harga yang diperoleh justru ditentukan oleh kemampuan pemborong (pembeli). “Di Batang, mayoritas yang menentukan harga itu bukan nelayan tapi pembeli atau pemborong. Contoh, saya bawa 5 ton ikan, bakul beraninya harga segini, ya segini. Harus manut bakul,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa faktor yang memengaruhi hal tersebut salah satunya adalah tingkat daya beli pemborong. Misal pemborong hanya membutuhkan 5 ton ikan, tapi persediaan dari nelayan 10 ton, maka akan dibayar sesuai kemampuan pemborong. Karena jika tidak terjual ikan terancam busuk.

BACA JUGA:  Penjualan Sepi, Pedagang Keluhkan Bantuan

Sementara itu, rantai distribusi yang panjang juga memengaruhi perbandingan harga ikan di TPI dan HPI timpang. Ia mengungkapkan, bahwa mayoritas pemborong membeli ikan untuk dijual lagi. Sehingga harga belinya lebih murah. “Ini ikan dari nelayan, dibeli oleh pemborong A, dibeli lagi oleh bakul B, sampai di konsumen di pasar itu nanti bisa sesuai HPI,” paparnya.

Di sisi lain, kesulitan yang dirasakan oleh pengelola TPI adalah para pemborong ikan tidak terikat dengan organisasi ataupun paguyuban nelayan. Oleh karena itu, jika ada peraturan mengenai harga ikan pihaknya tidak bisa mengatur.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak yang terkait di TPI, yang intinya kita selalu bilang ke nelayan untuk menaati peraturan. Tapi si bakul ini gak ada keterkaitan dengan kita,” jelasnya. (cr1/all).

 

  • Bagikan