Jateng Raih APE Tingkat Mentor 4 Kali Berturut-turut

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
TUNJUKKAN: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 tingkat mentor, Rabu (13/10). (HUMAS / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 tingkat mentor. Tahun ini merupakan kali keempat Pemprov Jateng menerima penghargaan APE tingkat mentor secara berurutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2AKB) Jateng, Retno Sudewi mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen dan peran kementerian /lembaga, dan pemerintah daerah yang telah berupaya dan berkomitmen melaksanakan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Ia bersyukur kali ini Jateng kembali menerima penghargaan APE tingkat mentor. Penghargaan diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Rabu (13/10).

“Penghargaan mentor merupakan penghargaan tertinggi dalam penghargaan APE yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI,” katanya usai menerima penghargaan.

Dari Seluruh Provinsi di Indonesia, hanya ada empat provinsi yang memperoleh APE tingkat mentor. Yaitu  Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan di Jateng, ada 1 kabupaten yang memperoleh APE kategori mentor, 12 kabupaten/kota kategori utama, 13 kabupaten/kota kategori madya, dan 8 kabupaten/kota kategori pratama.

BACA JUGA:  Masuki Musim Penghujan, DKK Semarang Ingatkan Waspadai Penyakit Ini

Selain itu, terdapat 18 kabupaten/kota yang meningkat prestasinya dibandingkan APE tahun 2018. 15 kabupaten/kota dan 1 kabupaten/kota yang prestasinya menurun dibanding APE tahun 2018.

Dengan didapatkannya anugerah tersebut, pihaknya terus mendorong pimpinan daerah untuk berkomitmen terhadap pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan pengarusutamaan gender. Terutama membuat program yang dimulai untuk tingkat remaja.

“Harapannya semua perempuan bisa berdaya. Bisa punya kontribusi dalam bidang politik, ekonomi dan seterusnya,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, selain kodrat tidak satupun hal yang perlu dibedakan. Menurutnya gender bukanlah halangan seseorang untuk meraih kesuksesan. Oleh sebab itu, Pemprov Jateng berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan gender.

“Agar bisa memberikan pengabdian yang seoptimalnya,” ujar orang nomor satu Jateng itu. (gih/ern)

  • Bagikan