Optimalkan Kinerja Guru di Masa Pandemi dengan Supervisi Akademik

  • Bagikan
Ngariyanto, S.Pd.
Ngariyanto, S.Pd.

Oleh : Ngariyanto, S.Pd.
Kepala SDN Srikaton 01, Kecamatan Kayen Kabupaten Pati

LINGKARJATENG.COM – Menurut Ross L supervisi adalah pelayanan kepada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Ross L memandang supervisi sebagai pelayanan kepada guru- guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan. Supervisi akademik berpusat pada masalah pembelajaran peserta didik. Supervisi ini dilakukan oleh kepala sekolah untuk mengetahui kemampuan mengajar guru yang kemudian akan diberikan bimbingan sehingga point dari supervisi adalah bukan untuk menilai performa guru akan tetapi, memberikan bimbingan kepada guru.

Dari tujuan supervisi akademik di atas dapat dipahami bahwa supervisi akademik betujuan untuk mengembangkan profesionalisme guru dan memberikan motivasi kepada guru untuk selalu melakukan perbaikan dalam kinerja. Tujuan supervisi adalah memberikan bantuan bukan sebuah inspeksi, sehingga kepala sekolah dapat melakukan program supervisi dengan baik agar tujuan supervisi akademik dapat tercapai.

Jadi, dalam kegiatan supervisi guru-guru tidak dianggap sebagai pelaksana pasif, melainkan diperlakukan sebagai partner bekerja yang memiliki ide-ide, pendapat-pendapat dan pengalaman-pengalaman yang perlu didengar dan dihargai serta diikutsertakan didalam usaha-usaha perbaikan pendidikan. Sesuai dengan apa yang dikatakan Burton dalam bukunya, “Supervision a Social Process” sebagai berikut : “supervision is an exspert technical service primarily aimed at studying and improving co-operatively all factors which affect child growth and development”. Dari konsep di atas, memberikan arahan bahwa kegiatan supervisi akademik harus terukur baik waktu dan pengaruhnya terhadap perilaku guru, sehingga guru mampu memfasilitasi belajar bagi murid-muridnya.

Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia harus sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang sangat dipengaruhi oleh pendidik. Pendidik mempunyai peran penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Oleh karena itu, guru adalah pendidik yang terjun langsung mengajar peserta didik di sekolah dan memiliki tanggung jawab besar dalam proses belajar mengajar, gurulah yang menentukan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah.

Kualitas pendidikan sangat tergantung pada komponen-komponen yang terdapat Dalam pendidikan, di antara komponen yang sangat mempengaruhi berhasil tidaknya pendidikan tergantung dari kualitas guru, dengan kata lain guru harus berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sebuah pengawasan atau supervisi. Untuk memahami supervisi pendidikan perlu memahami supervisi itu sendiri. Supervisi mempunyai arti pengawasan, dan orang yang melakukan supervisi disebut supervisor atau pengawas. Kelebihan atau keunggulan bukan saja dari segi kedudukan, melainkan dari segi skill yang dimilikinya. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi. Supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan kondisi atau syarat-syarat esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan.

BACA JUGA:  Setahun PJJ, Guru Diharapkan Tetap Beri Pelayanan Maksimal bagi Siswa

Kepala sekolah disamping harus bertanggung jawab dalam kelancaran proses belajar mengajar dan kegiatan administrasi sekolah sehari-hari sebagai wujud perannya selaku administrator, juga bertanggung jawab mengawasi, membina dan memotivasi kinerja para guru dan tenaga kependidikan lainnya selaku supervisor dan dituntut menguasai kompetensi dalam pelaksanaan tupoksinya.  Salah satu cara efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peran kepala sekolah dan guru. Kepala sekolah dan guru memiliki peran sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan, karena kepala sekolah dan guru secara langsung berinteraksi dengan peserta didik ketika proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, seorang kepala sekolah perlu membimbing, membina serta mengarahkan dengan baik para guru dan stafnya.

Pembinaan lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar, moral, kapasitas intelektual, keimanan, disiplin, ketaqwaan, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, terampil, kreatif, tanggungjawab, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi, karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum.

Penulis sebagai Kepala Sekolah Di SD Negeri Srikaton 01 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati, telah berupaya maksimal untuk mengoptimalkan kinerja guru di masa pandemi dengan cara supervisi akademik kepada semua guru. Dengan demikian, terciptalah situasi pembelajaran yang kondusif dan terkontrol. Sehingga sekolah tetap berada dalam situasi yang kondusif, aman, dan berjalan sesuai yang diharapkan. (*)

  • Bagikan