Permudah Pembelajaran dengan Metode Card Sort

  • Bagikan
Agnes Maria, S.Pd.SD
Agnes Maria, S.Pd.SD

Oleh :Agnes Maria, S.Pd.SD
Guru SDN Sumbersari 01, Kecamatan Kayen Kabupaten Pati

LINGKARJATENG.COM – Penulis sebagai Guru kelas di SD Negeri Sumbersari 01 kecamatan Kayen Kabupaten Pati telah berupaya maksimal memberikan metode pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan di era pandemi yang sampai saat ini belum kunjung usai. Karena terlalu lama tidak masuk sekolah dan terlalu lama di rumah, menambah rasa bosan oleh peserta didik. Metode tersebut adalah Card Sort.

Metode card sort pertama kali diperkenalkan oleh Melvin L. Silberman, yaitu seorang Guru Besar Kajian Psikologi Pendidikan di Tempel University, dengan spesialisasi Psikologi Pengajaran. Diantara reputasi Internasionalnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran aktif adalah metode pembelajaran card sort (Sortir Kartu). Penggunaan media kartu yang berbasis visual dalam metode card sort dapat mempermudah pemahaman, memperkuat ingatan, menumbuhkan minat dan dapat memberikan hubungan antara isi materi dengan dunia nyata. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Melvin L. Silberman bahwa penggunaan kartu yang berdimensi visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan ingatan dari 14 hingga 38 persen.

Disamping itu, metode pembelajaran card sort yang berdimensi visual menurut Silberman juga dapat “menstimulasi keaktifan dua belahan otak yakni otak kiri (kognisi) yang berfungsi untuk mengingat informasi dan otak kanan (emosi) yang berfungsi untuk membawa siswa dalam perasaan senang saat mengikuti pembelajaran dengan metode card sort”. Pembelajaran aktif model card sort merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas, kemudian siswa mengelompok sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Setelah itu siswa mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang materi dari kategori kelompoknya. Disini pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai.

BACA JUGA:  Sarana Prasarana Tak Memadai, Sedikit Masyarakat Mau Mendaftar

Metode pembelajaran card sort ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek atau mereview ilmu yang telah diberikan sebelumnya atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamisir kelas yang kelelahan. Tujuan dari metode pembelajaran card sort ini adalah untuk memperkuat daya ingat atau recall terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa serta mengaktifkan setiap individu sekaligus membangun kerjasama kelompok dalam belajar. Sehingga siswa benar-benar memahami dan mengingat pelajaran yang telah diberikan.

Dalam metode pembelajaran card sort salah satu cirinya yaitu guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan menjelaskan materi yang perlu dibahas atau materi yang belum dimengerti siswa setelah presentasi selesai. Sehingga materi yang telah dipelajari benar-benar difahami dan dimengerti oleh siswa. Ciri khas dari pembelajaran aktif model card sort ini adalah siswa mencari bahan sendiri atau materi yang sesuai dengan kategori kelompok yang diperolehnya dan siswa mengelompok sesuai kartu indeks yang diperolehnya. Dengan demikian, siswa menjadi aktif dan termotivasi dalam proses belajar mengajar.

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa penerapan metode card sort dalam pembelajaran sangat baik dalam membantu memberikan kemudahan-kemudahan bagi guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dan juga membantu memudahkan siswa dalam belajar sehingga pembelajaran terasa lebih asik dan menyenangkan. Ketekunan guru dalam menerapkan metode card sort sangat dibutuhkan agar pembelajaran tidak melenceng dari tujuan yang telah ditetapkan dan keterbatasan waktu dapat diatasi. Pembelajaran Card Sort ternyata membawa dampak kemajuan yang positif bagi siswa. Selain itu, peningkatan juga nampak pada komunikasi antar siswa maupun guru, sehingga ketergantungan pada gadged bisa teratasi. (*)

  • Bagikan