Tingkatkan Kualitas Guru Dengan Pemanfaatan TIK

  • Bagikan
Endang Supariyati, S.Pd
Endang Supariyati, S.Pd

Oleh : Endang Supariyati, S.Pd
Kepala SDN Puri 03, Kecamatan Pati Kabupaten Pati

LINGKARJATENG.COM – Guru menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini,sekolah dasar dan pendidikan menengah jalur Pendidikan formal (UU Nomor 14, 2005). Jadi kompetensi guru adalah kemampuan, kecakapan, keterampilan yang dimiliki oleh seorang guru untuk menjalankan praktik kependidikan yaitu mengajar, mendidik dan melatih. Adanya kemajuan teknologi membuat posisi guru yang tidak hanya berperan sebagai sumber belajar, melainkan guru tersebut dituntut untuk mampu menguasai teknologi sebagai tenaga profesionalitas demi mengembangkan potensi diri untuk memutakhirkan pengetahuannya sesuai dengan perkembangan zaman.

Moodle (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment) adalah media pembelajaran dinamis dengan menggunakan metode orientasi objek berbasis web dinamis, merupakan salah satu metode LMS (Learning Management System) open source yang diperoleh secara bebas. Moodle ini merupakan sebuah perangkat lunak atau software yang dapat menunjang pembelajaran. Dimana moodle ini memiliki berbagai fitur yang mudah digunakan dalam suatu portal e-learning dan memungkinkan siswanya menjadi aktif. Menurut Saraswat (2014, p.1), 4 Current Research in Education: Conference Series Journal.

Permasalahan yang dihadapi oleh guru terjadi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah masih kurangnya pemahaman guru terhadap perilaku dan karakter siswa, pelaksanaan pembelajaran, serta pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Sementara itu terdapat pula kendala-kendala yang dihadapi guru yang menjadi hambatan dalam memanfaatkan TIK ke dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu kurangnya kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran yang kreatif, kurangnya dukungan pemerintah sehingga adanya keterbatasan fasilitas TIK yang kurang memadai seperti, komputer/laptop, proyektor, jaringan yang tidak stabil apalagi di daerah-daerah terpencil dan kendala waktu yang sangat terbatas. Selain itu dalam personal diri dari guru itu sendiri yaitu kurangnya kesadaran untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan SDM yang dimiliki khususnya dalam pengetahuan, kemampuan dan keterampilan guru menggunakan teknologi masih rendah sehingga membuat kualitas guru menjadi kurang baik dan berdampak buruk terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran.

BACA JUGA:  Momentum Memperbaiki Kampus

Selain itu, pemerataan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan belum terealisasikan dengan baik. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan TIK tentunya pihak pemerintah harus ikut andil dan berkontribusi penuh dalam mengatasi permasalahan tersebut. Adapun yang dapat dilakukan oleh pemerintah diantaranya adalah : 1. Mengadakan pelatihan atau diklat baik secara tatap muka maupun online. 2. Memfasilitasi infrastruktur baik sarana maupun prasarana. Sarana dan prasarana atau infrastruktur yang memadai akan sangat membantu dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru. 3. Pemerintah memberikan reward kepada guru guru sebagai penghargaan terhadap kinerjanya agar dapat memotivasi guru dalam menjalankan tugasnya. 4. Pemerintah menghargai, memenuhi hak-hak guru dan mau membantu dalam meningkatkan kualitas guru, maka guru tersebut akan melakukan upaya lebih dalam mengemban profesinya.

Adapun solusi untuk personal guru diantaranya : 1. Memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan perubahan seperti mengikuti seminar, membaca banyak jurnal dan studi banding. 2. Otodidak atau belajar sendiri dengan bereksplorasi untuk menemukan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya. 3. Mengikuti berbagai pelatihan untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan sikap yang menyangkut karir bagi seorang guru untuk terus berkembang dan mengabdi, mencerdaskan peserta didiknya. 4. Mengembangkan sistem Moodle dan PIL sebagai metode untuk melakukan pembelajaran yang disertai peningkatan kualitas guru terhadap teknologi yang berkembang.

Penulis sebagai Kepala Sekolah di SDN Puri 03 Kecamatan Pati kabupaten Pati telah memberikan pembinaan, mendorong, serta memberikan motivasi, kepada semua guru agar mengambil langkah inovasi untuk perbaikan dalam proses kegiatan belajar mengajar terutama saat pandemi. Diantaranya memanfaatkan teknologi dan informasi yang sudah berkembang pesat di zaman ini. Tenaga kerja yang profesional dan rata-rata guru yang usianya terbilang masih muda, tentu sangat mendorong terciptanya keberhasilan pemanfaatan media melalui TIK. (*)

  • Bagikan