Optimalkan Pembelajaran yang Menyenangkan dengan Fun Learning

  • Bagikan
Andy Rifani, S.Pd.,M.Pd
Andy Rifani, S.Pd.,M.Pd

Oleh : Andy Rifani, S.Pd.,M.Pd
Guru SDN Rogomulyo 01
Kecamatan Kayen Kabupaten Pati

LINGKARJATENG.COM – Pandemi Corona belum kunjung usai, sistem pembelajaran mengalami berbagai macam perubahan ketika wabah corona terjadi di seluruh dunia. Pemerintah serta para pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah saat wabah melanda. Para mendidik berupaya mendesain berbagai macam metode pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan berbagai media seperti pembelajaran online atau daring (dalam jaringan) dan offline atau luring (luar jaringan). Hal tersebut telah dianjurkan pemerintah bahwa seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus menjaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Guru tak hanya tidak bisa mengawasi siswa secara langsung, tetapi guru juga harus memikirkan cara bagaimana menyampaikan materi pelajaran secara optimal melalui kelas online. Terkadang, mendengarkan materi guru saat di ruang kelas saja bisa membosankan, apalagi hanya mendengarkan dari gawai pintar? Oleh karena itulah, guru menghadapi tantangan kedua yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan selama siswa belajar online.

Bobbi DePorter menyatakan bahwa strategi pembelajaran menyenangkan (Fun learning) adalah strategi yang digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menerapkan kurikulum, menyampaikan materi, memudahkan proses belajar yang mengakibatkan prestasi belajar peserta didik mengalami perbaikan (Darmasyah, 2011). Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pendidikan bangsa. Dengan adanya pandemi Covid-19, guru dapat menjadikan momen ini sebagai cara meningkatkan kualitas pengajaran dengan berusaha menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa selama belajar online dari rumah.

Penulis sebagai guru kelas VI di SD Negeri Rogomulyo 01 Kecamatan Kayen Kabupaten Pati mempunyai gagasan dan rencana yang akan dilaksanakan kedepan diantaranya adalah pertama, dengan menyiapkan perangkat pembelajaran yang baik. Sistem pembelajaran jarak jauh memiliki tantangan yang berbeda dari sistem sebelumnya. Pada kelas konvensional, guru dapat menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran tatap muka di kelas menjadi menyenangkan menggunakan alat peraga yang dapat siswa gunakan secara langsung. Akan tetapi, hal itu tidak bisa diterapkan pada kelas online. Pada kelas online, guru dan siswa hanya terhubung melalui jaringan internet yang ditransmisikan melalui gawai pintar sehingga tidak ada interaksi langsung. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Gawai pintar dan platform penghubung menjadi kunci dari keberhasilan kelas online. Oleh karena itu, guru sebaiknya menyiapkan perangkat pembelajaran yang baik bagi siswa. Perangkat pembelajaran yang disediakan tidak hanya memiliki jaringan internet yang baik, tetapi juga memiliki fitur-fitur pembelajaran yang terbarukan. Guru dapat memanfaatkan platform layanan kuis, video conferencevideo editor, dan lain sebagainya untuk menyiapkan materi pembelajaran yang tidak membosankan.

BACA JUGA:  Motivasi Siswa dengan Video Pembelajaran

Kedua, mengajar dengan metode yang bervariatif. Siswa tentu akan merasa bosan jika guru hanya memberikan materi pembelajaran yang sejatinya bisa mereka baca sendiri melalui buku paket atau lembar kerja siswa (LKS). Jika perangkat pembelajaran telah disiapkan dengan baik, maka tugas selanjurnya yaitu menemukan metode belajar yang berbeda dari yang pernah guru terapkan sebelumnya. Dengan metode belajar yang berbeda, siswa menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara online. Guru dapat mengombinasikan metode belajar konvensional dengan metode baru yang guru temukan. Misalnya, guru dapat membuat kuis atau menyiapkan video belajar kreatif. Metode-metode baru yang guru temukan tentu tidak akan membuat siswa merasa bosan.

Ketiga, menerapkan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. Pembelajaran kontekstual menekankan kepada siswa untuk dapat memahami makna materi pelajaran yang diajarkan di sekolah sesuai konteks kehidupan sehari-hari seperti konteks pribadi, sosial, serta kultural. Pembelajaran kontekstual sangat baik diterapkan oleh guru karena akan melatih siswa untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan di kehidupan nyata, tidak sekadar teori belajar saja. Selain itu, model pembelajaran ini dapat meningkat kemampuan observasi siswa. Lebih jelasnya, yang dimaksud menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu guru mencoba menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas. Guru mengajak siswa untuk merangkai hubungan-hubungan antara pengetahuan yang satu dengan yang lain, serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Keempat, dengan memperhatikan kemampuan siswa. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman masing-masing siswa tentang materi pelajaran yang diberikan. Dengan demikian, guru dapat mencocokkan batas kemampuan siswa dengan model pembelajaran yang akan diterapkan.

Kelima, kita harus mengenali karakter tiap siswa. Tak dapat dipungkiri, fun learning atau pembelajaran yang menyenangkan dapat terjalin ketika ada ikatan batin antara guru dan siswa. Hal inilah yang sebaiknya guru coba untuk bangun bersama siswa didikan masing-masing. Salah satu cara untuk menjalin ikatan emosional antara guru dan siswa yaitu guru memperhatikan kemampuan masing-masing siswa. Mengapa demikian? Ketika guru memerhatikan karakter siswa, maka guru dapat mengenali keunggulan pribadi peserta didiknya, seperti kecerdasan serta minat dan bakat. Hal ini juga dapat membantu guru dalam memilih cara yang tepat untuk menyapa, mengajar, serta mendampingi siswa selama proses pembelajaran. Terutama sistem PJJ yang hanya mengandalkan komunikasi jarak jauh. Guru yang berusaha dan mau untuk dekat dengan siswa biasanya membuat siswa itu sendiri merasa nyaman, sehingga tidak ada keterpaksaan dalam mengikuti kelas online. Proses belajar pun akan lebih menyenangkan dan bermakna bagi mereka. (*)

  • Bagikan