Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Daring

  • Bagikan
Andy Rifani, S.Pd.,M.Pd
Andy Rifani, S.Pd.,M.Pd

Oleh : Andy Rifani, S.Pd.,M.Pd
Guru SDN Rogomulyo 01
Kecamatan kayen Kabupaten Pati

LINGKARJATENG.COM – Adanya virus covid-19 yang sedang mewabah telah mengubah banyak tatanan kehidupan di dunia saat ini. Bertepatan pada 30 Januari 2020, World Health Organization menetapkan Covid- 19 ke dalam Public Health Emergency of International Concern (Rosali, Pendidikan, & Universitas, 2020). Penyebaran virus terbilang sangat cepat, menyebabkan banyaknya populasi manusia di dunia yang terjangkiti. Hal tersebut yang mulanya hanya berdampak pada aktifitas perekonomian yang semakin lesu, lambat laun juga mempengaruhi dunia pendidikan. Tantangan terberat pada dunia pendidikan khususnya di Indonesia, mengingat kejadian tersebut baru dirasakan oleh penduduk Indonesia. Kesiapan infrastruktur maupun sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri.

Melalui Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 58 Educhild, Vol. 2 No. 2 Desember 2020 Page | 59 (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No. 1 Tahun 2020 mengenai pencegahan penyebaran covid 19 di dunia Pendidikan. Dalam surat edaran tersebut Kemendikbud menginstruksikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan menyarankan para peserta didik untuk belajar dari rumah masing-masing. Terhitung semenjak bulan Maret lalu dampak yang diberikan covid 19 pada kegiatan belajar mengajar cukup terasa, hal tersebut terlihat dari pembelajaran yang semestinya dilakukan secara langsung, sekarang hanya dapat dilakukan secara mandiri. Dengan begitu peserta didik melakukan pembelajaran tidak langsung dengan memanfaatkan pembelajaran dalam jaringan atau daring yang dirasa cukup tepat guna di situasi seperti saat ini (Handarini & Wulandari, 2020).

Ada dua dampak yang bisa muncul dari sistem pendidikan yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19. Pertama yaitu dampak yang dirasakan oleh banyak keluarga yang tersebar baik di kota maupun di desa dalam kurun waktu singkat. Sebagian besar orang tua di Indonesia belum begitu memahami kegiatan sekolah daring. Bersekolah di rumah menjadi kejutan besar terutama bagi produktivitas kerja bagi orang tua yang terbiasa sibuk dengan berbagai pekerjaan yang sebagian besar aktifitasnya terjadi di luar rumah. Begitu juga dengan masalah psikologis anak, diaman mereka sudah terbiasa belajar di ruang-ruang kelas berhadapan langsung dengan para guru setiap harinya. Semua elemen pendidikan dalam kehidupan sosial “terjangkiti” sakit karena virus covid-19. Pelaksanaan pengajaran akhirnya harus dilakukan dan berlangsung dengan sistem online. Proses ini telah dilakukan pada skala tidak terukur serta teruji, disebabkan keputusan pembelajaran daring muncul dimasa yang tak terduga sebelumnya. Tidak dapat dihindari kondisi di desa-desa terpencil dimana berpenduduk usia sekolah sangat padat menjadi serba kebingungan, sebab sarana prasarana informasi teknologi terbatas dan belum memadai.

BACA JUGA:  Program Sekolah yang Menjadi Ciri Khas

Kedua adalah dampak jangka panjang, banyak kelompok masyarakat di Indonesia yang akan terpapar dampak jangka panjang dari covid-19 ini. Dampak pendidikan dari sisi waktu jangka panjang adalah aspek keadilan dan peningkatan ketidaksetaraan antar kelompok masyarakat dan antardaerah di Indonesia (Syah, 2020). Meskipun pengimplementasian pembelajaran daring menemui banyak kendala dalam pelaksanaanya, namun inilah pilihan yang mau tidak mau harus diterima oleh seluruh keluarga di Indonesia khususnya orang tua peserta didik. Munirwan umar mengungkapkan tentang peran orang tua dalam pendidikan anak diantaranya sebagai pengasuh dan pendidik, pembimbing, motivator, serta fasilitator (Umar, 2015). Mengingat berartinya peranan orang tua dalam mendidik anak, sekian banyak penelitian telah membuktikan jika orang tua mempunyai andil yang sangat besar dalam dalam lingkup pendidikan anak. Pendidikan yang hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah belum tentu menjamin keberhasilan anak dalam belajarnya. Sebaliknya, orang tua yang selalu memberi perhatian pada anaknya, terutama perhatian pada kegiatan belajar mereka dirumah, akan membuat anak lebih giat dan lebih bersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan dirinya sendiri saja yang berkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tuanya juga memiliki keinginan yang sama. Sehingga hasil belajar atau prestasi belajar yang diraih oleh siswa menjadi lebih baik (Cahyati & Kusumah, 2020).

Mengetahui peran orang tua dalam mendukung pembelajaran anak di rumah menjadi sangat penting, bukan hanya bagi kepentingan di Sekolah namun juga pada orang tua peserta didik tentunya. Meskipun proses pembelajaran daring dilaksanakan hanya melalui jaringan whatshap yang terbatas, namun antusias orang tua peserta didik sangat besar dalam mendorong anak-anak mereka turut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Para orang tua begitu bersemangat membantu tahap demi tahap disetiap kegiatan pembelajaran daring, dengan membimbing maupun memotivasi anak-anak mereka meskipun sebagian besar orang tua juga disibukkan dengan rutinitas pekerjaan harian. Inilah yang menjadi faktor utama lebih semangat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan daring online. Penulis sebagai guru kelas VI SD Negeri Rogomulyo 01, Kecamatan Kayen Kabupaten Pati sangat senang jika para orang tua peserta didik telah ikut aktif berperan dalam kerjasama dalam proses mengajar dan mendidik putra-putri mereka. (*)

  • Bagikan