Berdayakan Masyarakat Dengan Desa Wisata

  • Bagikan
DOKUMENTASI: Wisatawan terlihat mendirikan tenda di lokasi wisata Tebing Breksi, Sleman, Yogyakarta. (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

SLEMANDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman menilai, Desa wisata sebagai prototipe yang bagus untuk pemberdayaan masyarakat. Apalagi dengan adanya payung hukum Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015-2025.

Anggota Komisi DPRD Kabupaten Sleman, Yani Fathurrahman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Kabupaten memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dengan tradisi, budaya serta potensi daerah melalui desa wisata.

“Secara geografis, mulai dari pegunungan sampai kota mempunyai banyak potensi. Apalagi dengan adanya dua titik yang menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), seperti candi Prambanan dan kawasan Merapi,” ungkapnya, Kamis (3/2/22).

Tercatat, ada sebanyak 47 Desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman. Menurutnya pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata merupakan langkah yang baik.

Dengan demikian, masyarakat bisa bergerak dan berkreasi agar bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. Karena wisata minat khusus seperti itu menjadi salah satu wisata yang banyak digemari.

“Pariwisata itu kan multi effects, wisatawan yang datang bakal mencari makan, membeli oleh-oleh, bahkan mencari penginapan. Sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan keuntungan,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Objek Wisata Desa Dukung Program Pemkab

Sejauh ini, lanjutnya, adanya Desa wisata sangat berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Bahkan pendapatan Desa wisata yang dikelola dengan benar, dapat mencapai satu miliar dalam setahun.

Menurutnya, adanya desa wisata bisa memberikan dampak diberbagai sektor. Apalagi jika bisa memanfaatkan Sumber daya Manusia yang ada.

“Ini kan juga bisa meminimalisir pemuda desa yang merantau di perkotaan,” pungkasnya. (fif/bid)

  • Bagikan