Pilih Jenis Vaksin, Jadi Kendala Booster

  • Bagikan
DOKUMENTASI: Proses pelaksanaan vaksinasi Booster di kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (AFIFUDIN / LINGKAR JATENG)

KOTAPelaksanaan vaksinasi booster Covid-19 yang sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu mengalami beberapa kendala. Selain terkendala beberapa tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19, masyarakat yang memilih jenis vaksinasi booster juga menjadi kendala saat ini.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinas Kesejahteraan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Lana Unwanah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, masih ada warga yang pilih-pilih jenis vaksinasi. Sehingga tidak mau melakukan vaksinasi jika jenis vaksin tidak sesuai dengan yang diinginkan.

“Jadi ada yang maunya vaksin X, padahal yang tersedia vaksin Z, terus nggak mau vaksin. Mau vaksin menunggu vaksin X. Padahal kan kalau booster itu apapun jenisnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, vaksinasi booster juga terkendala jarak waktu vaksinasi. Yakni pemberian vaksinasi booster boleh dilakukan dengan jarak minimal enam bulan dengan vaksin kedua. Sehingga alasan ini yang menjadi sebab belum bisa dilakukan booster.

Saat ini vaksinasi juga sedikit terhambat. Karena beberapa nakes terpapar Covid-19. Banyak nakes yang terpaksa harus melakukan isolasi mandiri, dan tidak bisa melaksanakan tugasnya.

BACA JUGA:  Tekan Penyebaran Narkoba di Pelajar

“Ini berdampak pada pelaksanaan vaksinasi. Untuk sementara kami tidak melayani vaksinasi di sentra vaksinasi XT Square. Karena banyak tenaga kami yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri,” lanjutnya.

Menurutnya hal tersebut seharusnya bisa dimaklumi. Mengingat profesi Nakes tidak bisa menjalani kerja dari rumah (Wfh). Sehingga potensi terpapar Covid-19 juga tinggi karena keterbatasannya.

Meski demikian, ia mengungkapkan capaian vaksinasi di Kota Yogyakarta tergolong tinggi. Meskipun masih perlu terus ditingkatkan.

“Capaian vaksinasi booster DIY itu tertinggi di Indonesia, mencapai 49,3 persen. Ya Kota Yogyakarta juga tinggi. Saat ini kami menyelesaikan vaksinasi dosis kedua dulu, kemudian Maret akan kami genjot lagi untuk booster,” pungkasnya. (fif/bid)

  • Bagikan