Orang Tua Diimbau Cermat Pilih Lembaga Pendidikan

  • Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. (ISTIMEWA / LINGKAR JATENG)

DEMAK – Keberadaan rumah tahfidz di wilayah Jawa Tengah, belakangan ini terus bermunculan. Karenanya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta orang tua agar lebih cermat dalam memilih satuan pendidikan keagamaan nonformal seperti rumah tahfidz.

Menurut Wagub, bermunculannya rumah tahfidz, menjadi indikasi banyaknya masyarakat yang ingin memberikan amal jariyah untuk melestarikan ajaran Al-Qur’an. Orang tua pun, banyak yang tertarik memasukkan anaknya untuk belajar di tempat tersebut, agar mereka tumbuh menjadi anak yang berakhlakul karimah dan mencintai Al-Qur’an.

Namun, Gus Yasin, sapaannya, berpesan agar orang tua dapat meneliti dulu, apakah tempat yang dipilih memiliki basis keagamaan yang kuat. Antara lain memiliki guru-guru yang sanadnya jelas, dan mempunyai komitmen memberikan pendidikan keagamaan yang benar-benar bisa mengayomi, sesuai ajaran Rasulullah, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin.

“Kita sebagai orang tua harus benar-benar memilah dan memilih pondok-pondok pesantren, yang berbasis keagamaan yang kuat,” katanya, seusai menghadiri Khotmil Qur’an ke-2 Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kayon, Mranggen, Kamis (3/3).

BACA JUGA:  Ada yang Ditunda, Vaksinasi Tetap Lancar

Ditambahkan, sejumlah ulama di Jawa Tengah, antara lain, Habib Hasan Bin Ali, Habib Idrus, KH Thoifur Mawardi, dan Habib Syafiq, juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar memberi perhatian dan mengawasi aktivitas lembaga pendidikan agama Islam nonformal. Sehingga, tidak dimasuki paham yang bisa menimbulkan perpecahan.

“Artinya itu, benar-benar ulama ini ingin menertibkan. Jangan sampai ada paham-paham yang tidak kuat, atau mungkin membuat perpecahan di Indonesia,” kata Wagub.

Gus Yasin pun memberikan tips kepada orang tua, agar dalam memilih pendidikan berbasis agama, yang utama adalah mengecek izinnya. Apakah sudah mengantongi izin dari pemerintah atau belum. Selanjutnya, memeriksa siapa guru-guru yang mengajarkan.

“Kita harus benar-benar selektif, untuk menentukan bagaimana pendidikan (agama) anak-anak kita,” ujarnya. (hms/gih)

  • Bagikan