20 Hari Operasi, Polda Jateng Ungkap 170 Kasus Narkoba

  • Bagikan
HASIL: Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama jajaran memperlihatkan barang bukti tersangka kasus narkoba di Mapolda Jateng, Selasa (8/3). (DICKRI TIFANI BADI/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap sebanyak 170 kasus narkotika di Jateng. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan selama 20 hari dalam pelaksanaan Operasi Bersih Narkoba (Bersinar) Candi 2022.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebutkan, selama operasi ini pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 4,66 kg, ganja 24,44 kg,  ganja sintesis atau tembakau gorila 64,37 gram, dan extasy 12,52 butir.

“Penindakan itu hasil operasi kewilayahan (Jawa Tengah) Bersinar Candi 2022 dari 9 sampai 25 Februari,” jelasnya saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Selasa (8/3).

Luthfi menjelaskan, penangkapan itu terjadi di beberapa wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Salah satunya di Jalan Kauman Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada 1 Maret lalu. Selain menagkap tersangka, pihaknya mengamankan barang bukti narkotika jenis ganja kering sebanyak 20 paket dengan berat 20 kilogram.

“Barang bukti itu dikirim dari Aceh ke Semarang melalui jasa expedisi dan rencananya akan dikirim kembali ke Kalimantan Barat untuk diedarkan di sana,” ungkapnya.

Dalam pengamanan tersebut, Ditresnarkoba bersinergi dengan Bea Cuka Kanwil Semarang menggagalkan peredaran sabu jaringan Malaysia-Indonesia. Dengan barang bukti yang berhasil diamankan, sebanyak 4,08 kilogram.

BACA JUGA:  Sinergi TNI-Polri, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Penyidikan dimulai sejak 15 Februari 2022 saat Bea Cukai Kanwil melaporkan jika mendeteksi pengiriman paket sabu dari Malaysia yang akan dikirim ke Kepanjen Malang (Jawa Timur) melalui PTJKS,” ucapnya.

Rinciannya, lanjut Luthfi, selama operasi itu, kasus target operasi (TO) sebayak 170 dengan 212 tersangka. Kemudian, dari 199 kasus TO yang ditetapkan, 51 kasus lebih banyak dari target atau 143 persen.

Kemudian, ia memaparkan, kasus non TO, yakni ada 24 kasus dengan 37 tersangka. Untuk total keseluruhan dari TO dan non TO, tercatat 194 kasus dan 249 tersangka. “Atas keberhasilan pengungkapan kasus ini, Polda Jawa Tengah berhasil menyelamatkan 84,614 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” bebernya.

Kapolda Jateng menambahkan, perbuatan para tersangka diancam dengan pasal 112 tentang memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan pidana minimal 4 tahun maksimal 12 tahun dan denda minimal 800 juta dan maksimal 8 miliar.

“Selain itu, pasal 114 tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun,” ucapnya. (dik/gih)

  • Bagikan