Wakil Wali Kota Siap Dukung Terwujudnya Perda Pesantren

  • Bagikan
DIALOG: Pengurus RMI Kota Semarang saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu di ruang rapat Pemkot Semarang, belum lama ini. (ISTIMEWA / LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu siap mendukung terwujudnya Perda Pesantren di Kota Semarang. Hal itu sebagai respon telah disahkannya Undang-Undang Pesantren beberapa waktu lalu.

Dukungan tersebut disampaikan saat Ita, sapaan Wakil Wali Kota, menerima audiensi Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) NU Kota Semarang di ruang rapat Pemkot Semarang, belum lama ini. Ita mengaku siap mendorong adanya Perda Pesantren tahun depan.

“Tahun depan, kalau tahun ini tidak memungkinkan ya,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Ita, program pesantren tidak perlu menunggu adanya perda. Dirinya siap membantu terkait program-program pesantren, khususnya lewat RMI NU.

“Kalau ada program dari RMI silahkan diajukan. Kita siap mendukung. Kemarin yang sudah kerjasama dari pihak DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kota Semarang,” ucapnya.

Ita menyampaikan, program pesantren tidak melulu berkaitan dengan ngaji. Bisa soal ekonomi, seperti mewujudkan usaha pesantren, perkebunan, dan lain sebagainya.

Menanggapi hal itu, Ketua RMI NU Kota Semarang, Amin Farih, menyambut baik respon dari Pemkot Semarang itu. Ia pun akan menyusun program-program yang bisa disinkronkan dengan Pemkot Semarang.

BACA JUGA:  PKB Yakin Perda Pesantren Dapat Terealisasi

“Dalam waktu dekat kita siapkan. Kita akan koordinasi dengan pesantren-pesantren yang sudah siap,” katanya.

Amin menyebut, jumlah pondok di Kota Semarang sangat banyak. Lebih dari 500. Oleh karena itu, keberadaan pesantren perlu diperhatikan sehingga para santri merasa diurus oleh pemerintah setempat. (gih/ern)

  • Bagikan